Sudahkah Anda Menyiapkan Uang Kecil ?


Bulan Ramadhan di tahun 1434 Hijriyah sudah terlewati separuh perjalanan. Dan tidak lama lagi saat-saat sakral yang dinantikan oleh 'sejuta umat' akan segera tiba; Hari Raya Idul Fitri. Seperti sudah menjadi panggilan alam bahwa mereka yang berada di rantau akan berbondong-bondong kembali ke tanah kelahiran mereka masing-masing untuk sekedar melepas kangen dengan keluarga atau teman-teman masa kecilnya. Dan biasanya kepulangan mereka akan disertai dengan segepok cerita dan harta benda sebagai bukti keberhasilan di perantauan. Masih jelas dalam ingatan ketika masa kecil dulu beramai-ramai mendatangi dari rumah ke rumah untuk mendapatkan angpao dari si empunya rumah. Betapa senang tatkala mendapati uang yang masih baru dan 'kinclong' meskipun besarannya sama saja dengan teman lainnya. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan sekarang memposisikan saya menjadi orang yang didatangi oleh anak-anak. Walau bagaimanapun keadaannya sekarang, tidak tega rasanya melihat raut kekecewaan di wajah anak-anak itu saat bersalaman dan tidak terselip sesuatu di tangan mereka. Maka biasanya beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri saya menyempatkan diri menukarkan uang menjadi pecahan yang lebih kecil untuk dibagi-bagikan pada saat lebaran tiba.

selamat idul fitriUntuk daerah Kaliwungu dan Semarang, tempat yang menawarkan jasa penukaran uang cukup banyak. Bahkan yang model perseorangan dengan berdiri di tepian jalan sambil membawa plang juga ada. Namun perlu diketahui bahwa jasa penukaran uang receh yang marak muncul di pinggir jalan selama bulan Ramadhan adalah tidak resmi dan berpotensi merugikan konsumen. Bisa jadi uang yang ditukar tidak terjamin keasliannya, atau mungkin jumlahnya kurang tepat. 

Saat ini Bank Indonesia  bekerjasama dengan Bank- Bank nasional lainnya mulai membuka pelayanan penukaran uang untuk mengantisipasi permintaan masyarakat yang semakin tahun semakin meningkat. Bank-Bank yang bekerjasama dengan BI yaitu Bank Jabar Banten, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Centra Asia (BCA), Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, Bank OCBC NISP, dan Bank Nusantara Parahyangan (BNP).
Agar pelayanan lebih maksimal dan untuk memberikan kemudahan bagi para nasabah, Bank Indonesia menyediakan 60 titik untuk menukarkan uangnya di industri jasa keuangan yang resmi. Perluasan layanan penukaran uang itu juga bertujuan untuk menekan praktik jual uang yang biasanya marak selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. Mengutip artikel di TerasPos.com bahwa penukaran uang pecahan kecil nantinya oleh Bank dibatasi maksimal Rp3,7 juta per orang. Jumlah uang Rp3,7 juta tersebut dibagi menjadi pecahan 20.000 satu pack sebanyak Rp2 juta, Rp10.000 satu pack sebanyak Rp1 juta, Rp5.000 satu pack sebanyak Rp500 ribu dan pecahan Rp2.000 satu pack dengan jumlah Rp200 ribu. 
Langkah yang ditempuh oleh Bank Indonesia ini layak diapresiasi. Sebab, uang tidak bisa diperjual-belikan. Kalaupun terjadi tukar-menukar uang seharusnya nilai yang diberikan sama dengan yang diserahkan. Selain untuk memberikan pelayanan prima kepada nasabah sekaligus menghindari praktik riba selama bulan Ramadan.

Nah, untuk anda yang berkeinginan menukarkan uang, saya sarankan untuk melakukannya di tempat yang resmi. Selain lebih aman insya Allah juga barokah.

Demikian artikel tentang fenomena tukar uang di bulan ramadhan menjelang lebaran ini saya tulis dengan harapan dapat memberi manfaat. Akhirnya, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Amin.